Di berbagai fase kehidupan, seseorang bisa mempertanyakan alasan untuk terus melangkah, apa yang membuat hidup terasa berarti, hingga hal-hal yang mampu menghadirkan kepuasan dan kebahagiaan.
Namun, bagi sebagian orang, rasa memiliki tujuan bukan hanya memudar untuk sementara, melainkan menghilang dalam waktu yang cukup lama. Bahkan, ada pula yang merasa belum pernah benar-benar menemukannya.
Kondisi ini sering kali bukan muncul begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh berbagai perubahan hidup, maupun kondisi psikologis yang sedang dialami.
Contents
Perubahan besar dalam hidup bisa memicu kehilangan arah
Hilangnya rasa memiliki tujuan, sering kali merupakan dampak dari masalah lain yang terjadi lebih dulu. Salah satu penyebab yang paling umum, adalah berakhirnya sebuah fase penting dalam kehidupan.
Dilansir dari Psychology Today, contohnya dialami Henry, yang selama 30 tahun bekerja di bidang yang ia sukai. Pekerjaan tersebut bukan hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga membentuk identitas dan memberi makna dalam hidupnya. Setelah pensiun, ia justru merasa kehilangan arah dan tidak lagi merasa berguna.
Perasaan seperti ini sangat wajar, karena pensiun berarti menutup satu bab besar dalam kehidupan. Kehilangan rutinitas, peran, dan identitas dapat memunculkan duka, sekaligus tantangan untuk membangun kembali makna hidup yang baru.
Kondisi serupa juga bisa terjadi ketika anak-anak mulai hidup mandiri, orang tua yang selama ini dirawat meninggal dunia, atau ketika keterbatasan fisik, maupun emosional membuat seseorang tidak lagi bisa menjalani aktivitas, yang sebelumnya membawa kebahagiaan.
Depresi membuat segalanya terasa tidak berarti
Menurut Bob Taibbi, L.C.S.W., memiliki pengalaman klinis selama 50 tahun. Ia adalah penulis 13 buku dan lebih dari 300 artikel, selain perubahan hidup, depresi juga dapat membuat seseorang kehilangan rasa tujuan. Meski sama-sama berkaitan dengan kesedihan, depresi berbeda dengan proses berduka.
Kesedihan biasanya muncul sebagai respons alami, terhadap kehilangan dan akan mengikuti proses pemulihan seiring waktu. Sementara itu, depresi dapat dipengaruhi oleh faktor biologis maupun situasional, yang membuat seseorang merasa terjebak dalam kondisi emosional yang berat.
Saat mengalami depresi, dunia terasa lebih suram, energi terus menurun, dan muncul pikiran seperti, “untuk apa melakukan semua ini?”, Kondisi tersebut membuat seseorang kesulitan mengambil langkah maju, karena otaknya terus memberi sinyal bahwa apa pun yang dilakukan tidak akan membawa perubahan atau makna.
Akibatnya, rasa memiliki tujuan hidup pun perlahan ikut menghilang, dan membuat seseorang semakin sulit menemukan kembali semangat, untuk menjalani hari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Berita Kesehatan Terkini Hari ini
Berita Kesehatan
bpjs kesehatan
kesehatan
poster kesehatan
cek bpjs kesehatan
call center bpjs kesehatan
edabu bpjs kesehatan
protokol kesehatan
dinas kesehatan
iuran bpjs kesehatan
kesehatan mental
cek bpjs kesehatan dengan nik
kondisi kesehatan mental
cara cek bpjs kesehatan
tes kesehatan mental
cara daftar bpjs kesehatan
menteri kesehatan
kantor bpjs kesehatan terdekat
daftar bpjs kesehatan online
asuransi kesehatan
alat kesehatan
kartu bpjs kesehatan
toko alat kesehatan terdekat
kementerian kesehatan
daftar bpjs kesehatan
cara cek bpjs kesehatan di hp
contoh poster kesehatan
bpjs kesehatan login
logo kesehatan
cek tagihan bpjs kesehatan
kesehatan masyarakat
kantor bpjs kesehatan
toko alat kesehatan
pusat kesehatan masyarakat
cek iuran bpjs kesehatan
makanan yang lezat namun dapat membahayakan kesehatan hukumnya adalah
login bpjs kesehatan
poster tentang kesehatan
gambar poster kesehatan
cara membuat bpjs kesehatan
bpjs kesehatan online
hari kesehatan nasional
cek bpjs kesehatan online
antrian online bpjs kesehatan
pcare bpjs kesehatan
kalung kesehatan
lpse kesehatan
hari kesehatan mental sedunia
pantun kesehatan
cara cek bpjs kesehatan aktif atau tidak
artikel tentang kesehatan
